'beratnya hidup ini...'
kata-kata ini pasti udah engga asing lagi buat telinga kaliyan denger..
semua kalangan.. semua umur.. pasti pernahlah ngomong begini, dengan tingkat 'berat' masing2 lah pastinya..
saya angkat kata2 ini disini ada alasannya...bukan alasan yang 'wah' emang, malah cenderung klasik banget...saya ingin kaliyan lebih mensyukuri hidup ini sih..di nikmati sebagaimana mestinya, dengan penempatan dan pemberian kadar yang benar dan engga berlebihan..
kenapa begitu?karena saya tiba2 tersadar...tersadar karena saya telah diperlihatkan panggung sandiwara yang sangat menusuk hati ini..skenario kehidupan yang begitu kompleks..
yang menuntut kita untuk selalu merenung dan mensyukuri apapun yang telah kita peroleh hingga detik ini..
sebenarnya, bukan untuk pertama kalinya saya menyaksikan 'ini', saya pernah terbersit untuk mengangkat masalah ini jadi tema tugas saya,tapi engga jadi hehe..tapi entah kenapa, cerita ini bener2 membuat saya ingin menuliskannya disini..
cerita ini terjadi ketika perjalanan pulang kami (saya dan seorang teman saya) dari purbalingga, tepatnya dari purwokerto untuk tujuan solo..
untuk pertama kalinya saya pergi ketempat yang jauh dari rumah tanpa orangtua..dengan inisiatif sendiri,bukan atas nama sekolah/univ.. *hohoho**bahagiaaaa*
selasa,170112 pagi
kereta ekonomi dengan setia mengantarkan kami pulang ke solo..
udara pagi yang begitu menusuk kulit ini tidak menyurutkan semangat para penjaja makanan dan para pedagang menjajakan barang dagangannya dari ujung gerbong ke gerbong lainnya..
pengemis juga sama banyaknya sama mereka (bc:pedagang), dari yang tua sampe muda..dr yang normal sampe yang kurang...semua tumpah ruah disini..
ini pengalaman pertama kami naik kereta ekonomi...dan dengan wajah lesunya teman saya ini langsung mengatakan, "ini buat yang pertama..dan terakhir, lain kali ntar naik bisnis aja ya.."
hahaha engga masalah kalo sesekali,lagipula bukan anak kos ini..
tapi pernyataan macam itu ditujukan untuk anak kos...bisa-bisa mereka terbunuh perlahan...
bukan..bukan jiwanya yang terbunuh, tapi dompet mereka yang terbunuh..yang lama-kelamaan mungkin bisa mempengaruhi jiwa mereka juga sih.. #ehh
mereka (bc:pedagang/pengemis/pengamen juga) berjalan, berganti tempat dengan yang lain tanpa henti..membuat kami berpikir.."itu mereka engga habis2 yak??mereka pada istirahat dmn?apa mungkin ada gerbong khusus buat mereka jg?mereka pada tinggal di kereta kh?rumah mereka dmn?apa mereka engga capek?berarti mereka engga perlu tiket dong ya?dll..dll..dll.."
yaaa kurang lebih seperti itu yang kami bahas sepanjang jalan kenangan *alahh engga penting bgt dh*
yahh namanya juga baru pertama kali,ini jadi pemandangan yang engga biasa buat kami..
dan perjalanan ini masih diwarnai dan ditemani oleh suara2 yang saut-menyaut, saling berlomba satu sama lain..yang dengan sukses membuat teman saya pusing sepanjang jalan hahahaha #emaap
sampe akhirnya dari arah belakang kami terdengar sayup2 suara yang aneh..agak sengau2 gimana gitu, dengan nyanyian yang aneh pula...semakin dekat.. semakin jelas pula suara itu..akhirnya sampe di tempat duduk kami..
seorang waria..tapi cantik *(langsung nangis..nyakar2 temen sebelah)*..gayanya super lentik..kemayu banget..tiba2 bersuaralah dia..
kurang lebih ky begini: "pagi kakak ipar, ketemu lagi sama saya, ratu tsunami..jarang2 lho bisa ketemu saya disini *sambil senyum genit*...tekewerewerewerrr... (lalu bernyanyilah dia)"...
mbaknya senyum, kita ikutan senyum..mbaknya ketawa, kita ikutan ketawa juga...
(lama-lama kalo gini terus bisa naksir ini...*aaa~ tobat...tobat...*)
begitu dikasih uang dia langsung pergi (tetep genit), temen saya ini langsung angkat suara, "eh gayanya tuh..cantik banget yaa..gimana nir? merasa tambah gagal engga?hahaha"| "nokomen..*nangis darah*" |"hahaha.."
yang mau dibahas bukan komennya teman saya ya, yang mau dibahas kali ini mbak/mas nya itu..
dia itu cowok, tapi hatinya berkehendak dia adalah seorang cewek..
itu adalah penyakit yang paling mengerikan, hanya bisa disembuhin dengan sugesti dari dirinya untuk dirinya sendiri juga..
dan menurut saya, itu bukan sesuatu yang lucu, engga pantaslah buat di tertawakan, apalagi direndahin..dia kan manusia juga, dia cuma engga beruntung aja
miris dh pas denger ada bapak2 ngomong ke anaknya gini,"(sambil nunjuk2 waria) ihh takut ihh, ada monster ihh.."|"...(bingung sambil ngliatin mbaknya)"
aihh~ si bapak ini parah bgt, kan kasian mbaknya..mbaknya pasti juga denger deh, cm dia diem aja..
positifnya: mbak2 ini masih semangat kerja meski tiap harinya dilewati dengan berat (banget), penuh ejekan dan direndahkan dirinya (mungkin)...
karena mbaknya ini, saya sedikit tersadar..apa yang ada didepan saya selama ini ternyata belum ada apa2nya dibanding sama yang dia hadapi..harusnya saya bisa lebih bersyukur dengan apa yang udah saya dapat, bukannya malah berkeluh kesah...malulah sama mbaknya itu..kalo dia bisa ngehadapin dengan tegar bgtu, kenapa saya engga?saya jg pasti bisa dong~
biar jadi semangat dikit..ada kata2 bagus nih:
Seringkali saat ada yang memandangku sebelah mata, aku menganggap itu sebagai kedipan genit supaya dariku ia mendapat perhatian..
hohoho so, tetep semangat yak..syukuri semua yang kamu miliki..
kutipan hari ini:
- Ternyata tidak semudah yang dikira, tapi tetap semungkin yang dipercaya.
- Membandingkan aku di hari ini dengan aku di hari kemarin. Kupikir ini lebih menenangkan daripada membandingkan diriku dengan orang lain.
- Orang bersyukur atas apa yang ada. Tapi terkadang, aku bersyukur atas apa yang sudah tidak ada
senang-senang #1 Seni membunuh!
8 tahun yang lalu

