Konsep packing bisa ditilik secara filosofis, memilih barang
mana saja yang akan menemani dalam sebuah perjalanan. Itu tidaklah
mudah. Kita tidak ingin sesuatu yang kita bawa dalam koper ini tidak
berguna di dalam perjalanan atau bahkan sia-sia dipertahankan
sesampainya di tujuan.
Packing itu belajar memilih,
mana-mana saja yang kita bawa dan pertahankan, seperti halnya memilih
siapa saja yang akan kita masukkan ke hati.
Hidup adalah
perjalanan, hati adalah koper. Bawa secukupnya didalamnya. Tinggalkan
yang memberatkanmu, singkirkan yang merepotkanmu.
Saat membawa koper, berhati-hatilah, akan selalu ada seseorang atau sesuatu yang berusaha mencuri atau merusaknya diperjalanan.
Begitu
pula tatkala bertemu teman seperjalanan. Hati-hati jika menitipkan
koper. Isinya bisa saja tertukar, terbawa baik secara sengaja atau
tidak, dan lalu, kau hanya membawa koper tanpa isi.
Semoga nanti
di jalan, kau bertemu dengan seseorang yang searah dan setujuan, atau
bahkan mungkin saja kalian menuju tempat atau menciptakan tujuan baru.
Tapi di manapun itu, kau dan dia selalu ingin bersanding menempuh jarak yang sama, bersama.
Dan masing-masing koper yang kalian bawa akan selalu kalian jaga,
berdua.
by: Rahne Putri -- The Journeys 2 "Slow di Solo"
senang-senang #1 Seni membunuh!
8 tahun yang lalu

